Darknet: Jalur Gelap Internet

Internet yang kita kenal selama ini memiliki bagian yang tersembunyi dan tidak semua orang bisa mengaksesnya. Itulah yang disebut dengan Darknet.

EPIK GENRE FILM TENTANG KEPAHLAWANAN

Epik merupakan genre film yang menceritakan tentang kisah kepahlawanan, dan kisah kepahlawanan merupakan cerita yang tak pernah ada habisnya dikonsumsi manusia.

VIDEO MUSIK

Video musik sebenarnya tidak jauh berbeda dengan film pendek. Hanya, video musik merupakan perpaduan antara lagu dan gambar. Biasanya video musik berkaitan dengan kepentingan promosi dan penjualan album atau single simusikus ataupun grup.

VIDEO MUSIK DI INTERNET

Pada 2005, perkembangan teknologi digital semakin pesat. Tadinya orang akan berpikir dua kali bila menemukan file besar, sudah pasti akan memakan waktu lama untuk mengunduh. Pada 1997, mulailah situs iFilm menjadi host bagi video pendek. lalu Napster membuka layanan sharing video pada 1999-2001. Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 14 September 2015

Net TV Liris Serial Bergenre Crime Story

enigmapict

Net TV kembali merilis serial terbarunya berjudul "Enigma" yang mulai tayang pada 29 Agustus 2015. Serial yang bergenre "Crime Story" ini dibintangi oleh Ferry Salim, Vicky Monica, Fauzan Nashrul dan Volland. 

Pada episode pertamanya  berjudul "Mencari Alana", bercerita menceritakan tentang kasus pembunuhan Mahasiswi cantik bernama Alana. Ada beberapa Mahasiswi dan Mahasiswa dicurigai telah membunuhnya. Itu dikarenakan ada beberapa Mahasiswi yang tidak suka dengan Alana serta ada Mahasiswa yang ditolak pacaran oleh Alana. Namun sekalipun demikian, adanya motif dan bukti saja tidak cukup. Jadi para pihak kepolisian berusaha mencari  titik terang dari Kasus Alana ini. 


Untuk serial genre ini keta langsung teringan dengan serial legendaris X-Files (1993-2002), kerena genre ini masih terbilang baru di Indonesia. Meski begitu usaha Net TV dalam menyajikan tayangan berkualitas patut untuk dihargai.


Chip Dengan Mode Self-Destructing Untuk Lindungi Data Rahasia

Xerox PARC chip self-destructs on command

Salah satu dari banyak program yang DARPA yang sedang dikerjakan yaitu "The vanishing Programmable Resources Project". Ide dari projek ini adalah membuat perangkat elektronik yang ditujukan untuk militer yang bisa menghancurkan diri jika jatuh ketangan musuh. Salah satu produk yang dihasilkan dari proyek ini adalah sebuah chip yang dibangun oleh Xerox PARC. 

Chip komputer dengan model self-destruction dipamerkan Xerox PARC pada event khusus yang belum lama ini diselenggarakan DARPA melalui program Vanishing Programmable Resources. Untuk menghancurkan data dengan sendirinya, para ilmuwan beralih dari bahan plastik dan logam dengan Gorilla Glass yang telah dimodifikasi dengan cara dipadatkan, sehingga dapat hancur berkeping-keping ketika dipanaskan dengan laser.
Selain menggunakan laser, proses penghancuran chip juga bisa dilakukan via gelombang radio atau tombol khusus. Tujuannya? Tentu saja pengembangan chip komputer dengan mode self-destruction memiliki tujuan untuk melindungi data rahasia. Jadi, pemilik data rahasia tidak perlu khawatir jika komputer tempat menyimpan data hilang atau dicuri sebab chip dapat hancur dengan sendirinya. Dengan kata lain, chip komputer yang telah hancur tidak akan memungkinkan data dapat ditransfer kemanapun.
Chip komputer dengan kemampuan self-destruction yang dikembangkan Xeroc PARC tampaknya pertama-tama akan ditujukan untuk kepentingan militer dan pemerintahan. Namun di masa depan Anda bisa berharap chip komputer bisa lebih disederhanakan sehingga bisa digunakan untuk smartphone dan tablet. Jadi, Anda tidak perlu khawatir jika Anda kehilangan smartphone atau tablet dengan data rahasia di dalamnya.
(Sumber : gopego.com)

10 Kota Paling Tidak Ramah Di Dunia

Berikut ini merupakan daftar kota yang tidak ramah bagi para pendatang / turis. Hal ini dinilai dari kemacetan, tingkat kriminalitas, dan kebersihan. Data ini diperoleh dari majalah Conde Nast Traveller. Jika anda berkunjung ke kota  yang termasuk didalam daftar ini, maka ada baiknya anda lebih waspada dan berhati-hati. (Sumber : www.dw.com)

10. Cannes, Perancis


Frankreich Cannes 2015

Kota yang terkenal dengan festival film-nya itu dinilai dipenuhi orang kaya yang angkuh. Kotanya kosmopolitan tapi seolah hanya hidup untuk para artis kenamaan dan orang berkocek tebal. Banyak restoran yang tidak ramah dan memasang harga mencekik leher turis, seolah semua orang super kaya.

9. Jakarta, Indonesia

Indonesien Straßenkinder (Bildergalerie)

Kemacetan luar biasa, jorok dan kotor. Selain itu kotanya menakutkan karena warganya agresif. Ditambah lagi tak adanya program penanggulangan banjir di musim hujan. Tapi ada yang dipuji: restoran Padang dengan penyajian bergaya akrobat dan makanannya yang lezat.

8. Moskow, Rusia

Russland Kreml Moskau

Warganya tidak bersahabat, dan berwajah ketus. Lalu lintasnya tak punya aturan. Ibukota Rusia tidak punya filosofi untuk melayani turis. Semua petunjuk ditulis dalam bahasa Kyrilik dan hanya sedikit restoran punya menu dalam bahasa Inggris. Tapi Lapangan Merah dan Istana Kremlin serta stasiun kereta bawah tanahnya amat indah dan mengagumkan.

7. Kairo, Mesir

Smog über Kairo

Kairo adalam mimpi buruk buat wisatawan. Lalu lintas kacau balau dan sampah menumpuk di mana-mana. Pedagang asongan sikapnya memaksa dan peminta-minta ditambah pemandu wisata menakutkan. Kota ini dinilai amat mengerikan. Yang positif: piramida serta artefak kuno di musium yang merentang sejarah peradaban manusia.

6. New Delhi, India

Indien Kühe

Membuat turis depresi. Sangat kotor, kualitas udara amat buruk. Pengemudi mobil bertindak seenak udelnya dan kasar. Kemacetan lalu lintas ibarat monster. Hati-hati dan pasang mata jika berjalan-jalan di tengah kota, karena sampah berserakan dimana-mana, sapi berkeliaran dan monyet juga siap mencopet makanan serta kacamata Anda.

5. Nairobi, Kenya

Nairobi Straßen Verkehr

Berbahaya dan mudah meledak. Bukan kota yang tepat untuk berwisata. Ibukota Kenya ini padat, kacau dan penuh smog. Bandar udaranya juga kacau balau. Sisi positifnya : kerajinan tangannya berkualitas bagus, juga museum Karen Blixen serta Giraffe Centre bisa jadi tempat bersantai sebelum mengikuti safari.

4. Guatemala City

Guatemala Stadt Protest Polizei Gewalt

Kotor dan tidak bersahabat. Tingkat kejahatan sangat tinggi, bahkan dengan kekerasan di siang hari bolong. Lalu lintas kacau. Yang dipuji, restoran steak di San Lucas dan keindahan danau Atitlán. Walau begitu secara keseluruhan kotanya digolongkan berbahaya bagi turis.

3. Guangzhou, Cina

Guangzhou Bus System Haltestellen

Padat, kotor dan tercemar berat. Orang meludah sembarangan dimana-mana. Itu gambaran negatif dari para wisatawan terhadap kota ketiga terbesar di Cina yang dulu bernama Canton yang terletak di tepi sungai Mutiara itu. Sisi positifnya, semua makanan lokal gaya Canton lezat.

2. Casablanca, Marokko

Bildergalerie moderne Sakralbauten Marokko Hassan II. Moschee in Casablanca

Jauh dari gambaran romantis di film bernama sama, kota ini sangat kotor, banyak macet, penuh pedagang kaki lima semrawut, orang bertengkar dan saling berteriak di jalanan. Gambaran kemiskinan melekat di seluruh kota. Sisi positifnya: kunjungi mesjid Hassan II yang indah, tenang dan bersih (Foto). Tapi keluar dari halaman mesjid, turis akan kembali disergap kesemrawutan.

1. Caracas, Venezuela

Venezuela Operation gegen die organisierte Kriminalität in Caracas

Dulu ibukota Venezuela ini terkenal sebagai kota yang bersahabat dan kosmopolitan. Sekarang, Venezuela menempati puncak peringkat sebagai kota paling tidak ramah sedunia. Kriminalitas tinggi, kelangkaan bahan kebutuhan pokok dan kualitas kehidupan amat buruk. Toko atau restoran dipasangi terali atau dikunci pintunya demi keamanan. Warga kota juga bersikap bermusuhan terhadap turis.

Sinopsis & Review Jurassic World


Jurassic World Movie Poster


Judul : Jurassic World
Sutradara :  Colin Trevorrow
Pemain : Chris Pratt, Bryce Dallas Howard, Vincent               D'Onofrio, Ty Simpkins, Nick Robinson, Omar Sy
Produksi : Amblin Entertainment, Legendary Pictures
Distibusi : Universal Pictures
Durasi : 124 menit
Budget: $150 million
Pendapatan Global : $1.656 billion
Rating IMDB : 7,3/10
Jadwal Tayang :  12 Juni 2015






Sinopsis : 

Film adventure Hollywood berjudul “Jurassic World” ini bercerita tentang taman Jurassic yang terdapat di suatu pulau yang sangat luas yang di dalam taman tersebut terdapat berbagai hewan dinosaurus. Dinosaurus merupakan hewan yang telah punah sehingga para ilmuwan melakukan rekayasa genetika untuk menghidupkan mereka kembali. Di taman tersebut para pengunjung dapat melihat berbagai macam spesies hewan purba tersebut.Tiba-tiba, suatu ketika salah satu spesies telah menghancurkan sebuah kendaraan dan memakan korban dan hadir Owen ( Chris Pratt ) salah satu pekerja yang tahu akan hal tersebut kemudian berinisiatif melakukan evakuasi dari pulau tersebut. Namun hal tersebut telah terlambat sehingga para pengunjung yang berada di sana harus bertahan dari makhluk T-rex yang melakukan teror dan membahayakan mereka semua.

Review :

Cinetariz
Jurassic World tidak saja mengingatkan pada jilid pertama dari franchise tetapi juga summer blockbuster di era 1990’an yang menomorsatukan ketegangan serta kesenangan. Walau memang pada akhirnya Trevorrow tidak mampu mengungguli pencapaian Spielberg di Jurassic Park, tetapi dia jelas telah mengembalikan nama baikfranchise ini dengan melampaui pencapaian The Lost World dan Jurassic Park III. Jurassic World, jelas salah satu summer movie tahun ini yang sebaiknya tidak kamu lewatkan begitu saja kehadirannya. Rasakan cinematic experience yang ditawarkannya. 
Rating : Outstanding

Movienthusias
Bagi siapapun yang pernah terjebak dalam hingar-bingar Jurassic Park dua dekade silam, Jurassic World sedikit banyak akan memberikanmu sebuah nostalgia manis. Dari penampakan sekilas Mr. DNA, scoring memorable milik John Williams yang masih beberapa kali dikumandangkan oleh Michael Giacchino, dino-dino lama sampai kemunculan beberapa momen de javu yang membawa penontonnya kembali terngiang apa yang pernah mereka lihat dan rasakan 22 tahun lampau. Ya, segala tribut menyenangkan itu mampu diselipkan Trevorrow guna sedikit banya menambal banyak kekurangan dalam penceritaan dan karakterisasinya yang sedikit kacau.
(Rating : 74,8 %)

Review Luthfi
Dari segi cerita, Jurassic World tidak jauh berbeda dengan Jurassic Park. Baik dari konsep "mankind's attempt to control nature" maupun detil-detil cerita lainnya. Film ini hampir terasa seperti copy-paste, namun versi tidak pintarnya. Poin plus paling besar dari film ini adalah adanya segudanghomage dan tribute kepada Jurassic Park yang mampu membuat fansfranchise ini girang-girang sendiri, terjebak dalam ruang nostalgia. Selain itu film ini juga menyajikan atmosfir horor yang membuat tegang bukan kepalang pada paruh awalnya lalu ditutup dengan rentetan aksi cepat nan memanjakan mata.
(Rating : 4/5)


Selasa, 08 September 2015

List Box Office 4 - 6 September 2015 (Akhir Pekan)




List Box Office pada akhir ini dipimpin  oleh War Room yang baru memasuki minngu keduanya dengan total pendapatan mingguan USD$ 9,350,000 dan total pendapatan USD$ 24,663,458. War Room bercerita  tentang pasangan Tony (T.C. Stallings) dan Elizabeth Jordan (Priscilla C. Shirer) yang memiliki segalanya. Pekerjaan yang bagus, anak yang cantik dan rumah impian. Namun ternyata itu semua tidak bisa mencegah pernikahan mereka yang perlahan hancur. Suatu hari, Elizabeth bertemu dengan kliennya, Miss Clara (Karen Abercrombie) yang berusaha membantu keluarga ini dengan doa.
Sedangkan peringkat pertama pada minngu lalu (28-30 Agst) Straight Outta Compton turun keperingkat kedua dengan total pendapatan mingguan USD$ 8,850,000 dan total pendapatan USD$ 147,785,705.
Pada peringkat ketiga diisi oleh A Walk in the Woods yang baru memasuki minggu pertamanya dengan total pendapatan mingguan USD$ 8,400,000
Berikut daftar lengkap peringkat Box Office minggu ini

                                                                    Pnd.Minggu ini      Total Pnd.
1.  War Room                                                  $9,350,000       $24,663,458
2.  Straight Outta Compton                             $8,850,000       $147,785,705
3.  A Walk in the Woods                                 $8,400,000       $10,459,000
4.  Mission: Impossible - Rogue Nation         $7,150,000       $180,386,692
5.  The Transporter Refueled                          $7,130,000       $7,130,000
6.  No Escape                                                  $5,445,000       $18,446,079
7.  The Man From U.N.C.L.E.                        $3,445,000       $39,374,148
8.  Un Gallo con Muchos Huevos                  $3,400,000       $3,400,000
9.  Sinister 2                                                    $3,377,000       $23,717,000
10. Inside Out                                                 $3,146,000       $348,219,280
11. Ant-Man                                                   $2,887,000       $173,188,700
12. Minions                                                     $2,720,000       $328,591,460

Senin, 24 Agustus 2015

VIDEO MUSIK DI INTERNET



Pada 2005, perkembangan teknologi digital semakin pesat. Tadinya orang akan berpikir dua kali bila menemukan file besar, sudah pasti akan memakan waktu lama untuk mengunduh. Pada 1997, mulailah situs iFilm menjadi host bagi video pendek. lalu Napster membuka layanan sharing video pada 1999-2001. 

                                                                                                                   
Kemudian, pada 2005 meluncurlah website YouTube, yang membuat terobosan menonton video online menjadi lebih mudah dan cepat. Situs teknologi digital semakin ini melekat di kepala orang, sehingga mencari video, berarti membuka YouTube. Semakin lama musikus yang melihat kesempatan ini semakin menyadari posisi YouTube sebagai jalan untuk lebih meluaskan popularitas videonya.



Salah satu yang mengenyam manisnya keberadaan YouTube adalah Weezer, dengan video musik Pork and Beans pada 2008. Single itu menjadi karya Weezer yang paling sukses akibat efek video musik yang diunggah ke YouTube. Sayangnya, pada 2007 YouTube harus berhadapan dengan RiAA, yang mempertanyakan hak intelektual atas penayangan berbagai video musik itu. legalitas kepemilikan video musik tersebut berada di tangan label musik yang merilis karya itu. Setelah merger dengan Google, YouTube mencari cara membayar royalti pemutaran sebuah video musik.

Namun masalahnya tidak sesederhana itu. Tiap label memiliki kebijakan sendiri dalam merilis video musik. Rata-rata label itu merilisnya sebagai bentuk promosi penjualan produknya.

Video musik menciptakan popularitas tersendiri bagi musikus/ grup. Thirty Seconds to Mars, misalnya, pada 2009 mengangkat Kings and Queens ke YouTube, yang langsung dilihat oleh 100 juta penonton. Di MySpace, video musik ini ditonton oleh 40 juta orang. Adapun di iTunes Store, video musik tersebut menjadi Video of the Week dan salah satu video musik yang kerap diunduh. Video itu menghasilkan empat nomine dalam MTV Video Music Awards 2010.




Video musik saat ini tak hanya dapat dinikmati di televisi. Koneksi dan kecepatan internet yang semakin baik membuat video musik sangat mudah ditonton secara online. Dengan kepemilikan bersama antara universal Music Group, Sony Music Entertainment, Google, dan Abu Dhabi Media, meluncurlah Vevo pada akhir 2009.


Video musik yang ada merupakan milik perusahaan bersama, yang membagi kue iklan dengan Google sebagai pemilik YouTube. Video musik di jaringan Vevo diambil dari perpustakaan tiga label besar, yakni universal, Sony Music, dan EMi. Maka Vevo tak pernah kehabisan video musik karya musikus ternama. Konon, Warner Music Group sempat tertarik bergabung, tapi akhirnya memilih MTV Networks.

( Sumber : MALE MAGAZINE ) 

VIDEO MUSIK


Video musik sebenarnya tidak jauh berbeda dengan film pendek. Hanya, video musik merupakan perpaduan antara lagu dan gambar. Biasanya video musik berkaitan dengan kepentingan promosi dan penjualan album atau single simusikus ataupun grup.

Kehadiran MTV pada 1980an sedikit-banyak membantu memuluskan hadirnya video musik, yang sebenarnya sudah ada sejak dekade sebelumnya, hanya penamaannya tidak seragam dan cenderung membiaskan makna sebenarnya. Istilah yang dipakai kala itu seperti song video, song clip, film clip, dan filmed insert.


Dalam perkembangannya, video musik tak hanya menampilkan film bermusik. lebih dari itu, keberadaannya sejalan dengan kemajuan teknologi atau tren yang tengah digandrungi di dunia perfilman. Pembuatan video musik biasanya tak mengacu pada pakem produksi film. Produksi video musik dapat dilakukan, misalnya, dengan pendekatan pembuatan film dokumenter, film abstrak, dan film action, atau dengan memasukkan animasi ke dalamnya. Namun kebanyakan produksinya berdasarkan keutuhan lagu yang dibuatkan video musik, misalnya dari lirik yang ada atau pemaknaan lirik yang dibuat. Sejak suara memasuki dunia perfilman, bermunculanlah film yang berhiaskan musik dan lagu. Adapun video musik baru ada pada 1950-an. Diyakini Tony Bennet adalah penyanyi pertama yang merekam dan menyiarkannya di Amerika Serikat serta Inggris. Namun yang digarap dengan sungguh-sungguh adalah video musik Jailhouse Rock, yang dibawakan oleh Elvis Presley.



Karya energetik dengan tampilan hitam-putih menjadi salah satu momentum pembuatan video musik. Jika mengacu pada tujuan pembuatannya sebagai promosi dan penjualan album atau single, video musik Dame si do bytu (Let’s Get to the Apartment) garapan ladislav Rychman pada 1958 adalah yang paling tua.

Tak dapat dibantah The Beatles-lah yang menetapkan dasar pembuatan video musik saat ini, dengan filmnya, A Hard Day’s Night (1964), yang disutradarai oleh Richard lester. Film hitam-putih itu dibuat seperti film dokumenter, yang memasukkan unsur komedi dan dialog yang ditingkahi musik. Bila bagian per bagian film tersebut dipotong, akan menjadi kesatuan yang berdiri sendiri. Walhasil, bagian yang menampilkan adegan bernyanyi seolah menjadi model bagi pembuatan video musik saat ini.




Film kedua The Beatles, Help! (1965), lebih mumpuni lagi. Film berwarna itu menggunakan berbagai teknik pengambilan gambar, yang pada saat itu tidaklah lazim. Misalnya, pengambilan gambar lebih berfokus pada foreground kepala gitar George Harrison ketimbang sosok John lennonnyang berada di belakangnya. Baru pada 1965 itu The Beatles peduli terhadap keberadaan video musik, atau kala itu disebut filmed insert. Maka lahirlah video musik Rain/Paperback Writer, Strawberry Fields Forever, dan Penny Lane.

“EPIK” GENRE FILM “EPIK” GENRE FILM TENTANG KEPAHLAWANAN



Epik merupakan genre film yang menceritakan tentang kisah kepahlawanan, dan kisah kepahlawanan merupakan cerita yang tak pernah ada habisnya dikonsumsi manusia. sejak peradaban manusia muncul, tidak mustahil epik selalu menempati urutan teratas. Tentunya epik ini dibalut dengan berbagai mitologi, yang kemudian menjadi legenda. Pada peradaban modern, epik pun tak ada habisnya dijadikan dasar kreativitas dalam berkarya. sementara dulu epik diceritakan dengan gaya berapi-api untukmenggambarkan sisi kepahlawanan tokoh tertentu, pada zaman modern ini diwujudkan dalam tontonan yang penuh efek khusus. Pun dalam hal musik, tampak berbagai kreativitas yang menyuguhkan beragam lirik. Demikian halnya dalam novel, kata demi kata dirangkai untuk menghadirkan sosok pahlawan si tokoh cerita.



Namun epik agak berbeda dengan sosok superhero yang tampil sebagaipembela kebenaran, seperti yang dilukiskan di layar lebar. Yang tercipta adalah pahlawan yang berani menghadapi kebatilan, yang hendak melumatkan peradaban manusia. Adapun epik dalam dunia hiburan jelas lebih dekat dengan nilai kepahlawanan, keagungan, kemuliaan, keluhuran, dan kehebatan seseorang. Film epik termasuk genre yang paling tua. Ragam ini pertama kali muncul pada era film bisu. Film pertama bergenre epik adalah Cabiria garapan Giovanni Pastrone, yang berdurasi tiga jam.



Sudah dapat dipastikan film epik membutuhkan pemeran yang andal, lokasi yang sangat luas, dan panorama yang memukau. Lihat saja film Braveheart, Dances with Wolves, The Last of the Mohicans, The Alamo, Ben-Hur, dan Gone with the Wind. Karakteristik film bergenre epik biasanya mengedepankan kaum bangsawan, orang-orang tertindas, tokoh sejarah, dan pahlawan perang.

Tentunya Indonesia tak kalah dalam produksi film bergenre epik ini, malah seperti menjadi kewajiban ketika rezim Orde Baru memerintah negeri ini. Janur Kuning, Serangan Fajar, dan G-30-S/ PKI menjadi fenomena perfilman Indonesia, yang kemudian dianggap sebagai bentuk penyelewengan sejarah demi pengultusan sosok besar pada masa itu.

Lepas dari itu, dunia perfilman Indonesia pada awalnya juga tak luput dari kisah epik masa perjuangan kemerdekaan. simak saja beberapa film berikut: Darah dan Doa (1950), Enam Djam di Jogja (1951), Kafedo (1953), serta Lewat Djam Malam (1954). selain itu, kenali pula film Pedjuang (1960); Toha, Pahlawan Bandung Selatan (1961); Anak-anak Revolusi (1964); dan Liburan Seniman (1965).

Ternyata tak mudah mengkategorikan film dalam genre epik. Tak selamanya film epik memiliki karakter yang umumnya diketahui oleh publik atau si pembuat film. tengok saja film lawas East of Eden, yang memakai lokasi syuting yang sangat luas dengan panorama yang amat indah. Film ini bergaya epik, tapi tak memiliki karakter epik yang sesungguhnya.

Ben-Hur dan 300 memiliki karakteristik yang sama, yakni menceritakan kepahlawanan dengan latar belakang sejarah. Dua film ini dikategorikan sebagai film bergenre epik. Namun tak semudah itu! Dua film tersebut dikategorikan pula dalam genre sejarah, bahkan cenderung lebih dekat ke arah itu. Padahal keduanya memiliki semua karakteristik film epik. Contoh lainnya Gone with the Wind yang sangat romantis, tapi dikategorikan film epik.


Detail adalah kekuatan lain film-film epik yang laris di pasar, yang biasanya berhubungan dengan sejarah dan kondisi masyarakat kala itu. Film epik dipersiapkan dengan sangat matang, mulai lokasi, set, pengambilan gambar, hingga keadaan masyarakat saat itu.
Film epik mencapai puncaknya pada awal 1960-an. Untuk memproduksi film epik yang baik, Hollywood kemudian menjalin kerja sama dengan berbagai pihak yang berada di luar Amerika serikat, seperti di Maroko dan spanyol. Hasilnya tidak mengecewakan, dan film-film epik itu termasuk kategori film legendaris, seperti Cleopatra (1963), The Fall of the Roman Empire (1964), dan Doctor Zhivago (1965).


Dalam perkembangannya, genre film epik kemudian melebar dan bergandengan dengan genre lainnya. Contohnya film Braveheart (1995) garapan Mel gibson yang dimasukkan dalam genre epik sejarah. Begitu pula dengan film epik sejarah yang berdasarkan keyakinan tertentu, seperti The Passion of the Christ, Mahabharata, dan The Message. Adapun film Gone with the Wind dikategorikan dalam subgenre epik roman, sedangkan film fantasi epik yang sangat terkenal adalah serial Harry Potter dan trilogi The Lord of the Rings.


Epik adalah salah satu genre dalam industri perfilman yang memiliki pasar penikmat tersendiri. Namun film epik tak hanya berhubungan dengan kemuliaan, keluhuran, dan kepahlawanan. Lebih dari itu, berbicara tentang film epik berarti berbicara mengenai film berbujet besar.
Meskipun film epik relatif menghabiskan bujet produksi yang besar, pemasukannya sangatlah fantastis. Film epik tersebut adalah film yang laris di pasar dan memberi keuntungan bagi produsennya, seperti Gone with the Wind, Avatar, dan Titanic. Semua film itu menangguk angka US$ 2 juta. Sementara itu, penerima Academy Award terbanyak adalah film epik, yakni Ben-Hur, Titanic, dan The Lord of the Rings: The Return of the King.

( Sumber : MALE MAGAZINE )






Minggu, 16 Agustus 2015

TENTANG DARKNET




Darknet: Jalur Gelap Internet

Internet yang kita kenal selama ini memiliki bagian yang tersembunyi dan tidak semua orang bisa mengaksesnya. Itulah yang disebut dengan Darknet. Untuk menemukan jalur ini bukan saja diperlukan pengetahuan mengenai teknologi internet, namun juga harus terjun mengeksplorasi cara-cara yang ingin ditempuh di jalur ini. Karena dalam Darknet tidak terdapat Google atau mesin pencari lain. Di sana hanya ada semacam katalog, yang bahkan tidak memuat semua halaman yang ada. Dan memang jalur seperti inilah yang diinginkan perancang Darknet: jalur yang terutama menawarkan anonimitas.

Perbedaan besar antara internet biasa dan Darknet adalah, Darknet bergerak secara lokal dan benar-benar anonim. Artinya, pada dasarnya kedua jaringan ini memiliki struktur yang sangat berbeda. Di internet biasanya diatur secara terpusat. Misalnya, untuk memanfaatkan Facebook, user diharuskan untuk login ke sistem. Dan user lain, yang ingin melihat informasi di Facebook, juga harus login terlebih dahulu. Dalam hal ini, server milik Facebook lah yang menjadi titik fokus, karena semua data yang ditinggalkan user disimpan. Dan dari sudut privasi, ini juga merupakan bagian yang paling rentan. Siapa yang memiliki akses ke server Facebook, Google atau layanan online besar lainnya, ia dapat juga mengakses lalu lintas data di server tersebut, dan inilah yang dilakukan NSA, seperti yang diungkapkan Edward Snowden.

Darknet sebaliknya bekerja tanpa struktur pusat, setiap komputer adalah server, namun hanya menyimpan satu bagian dari informasi yang dibutuhkan, yang juga dienkripsi. Juga transfer data antar komputer di Darknet dilakukan secara anonim, sehingga walaupun data-data ini dapat dikumpulkan, bahkan dinas rahasia tidak bisa memanfaatkan data tersebut.

Dengan adanya Darknet, terbentuklah jaringan paralel di dunia maya, yang tampaknya terutama menarik untuk para pelaku kejahatan. Di jaringan Darknet misalnya terdapat “Silk Road” atau “Black Market Reloaded“, layanan yang menawarkan senjata, narkoba atau “jasa”. Siapa yang tidak dapat membuat virus computer sendiri, bisa juga mencari bantuan di Darknet. Juga transaksi bisa dilakukan secara anonim. Biasanya penjual dan pembeli menggunakan mata uang internet Bitcoin. Dan pertukaran data jual beli juga berjalan secara anonim: mata uang juga berupa kumpulan data, yang tidak dapat diperbanyak begitu saja, tapi dapat ditukar secara legal menjadi uang sungguhan.
Juga di kalangan penentang pemerintah, Darknet sangat populer. Siapa saja yang memiliki akses internet bisa menyambungkan diri ke Darknet, misalnya dengan bantuan “Tor“, satu perangkat lunak yang menjadikan user menjadi anonim dalam internet. Pembocor kegiatan mata-mata Amerika Serikat, Edward Snowden, dikabarkan memanfaatkan Darknet untuk menjalin kontak dengan wartawan Guardian.
Dengan melihat hal tersebut, bisa dikatakan bahawa sebagian besar informasi dan kontern yang terdapat diinternet berada di Darknet.
(sumber : http://www.dw.com/id )