Video musik sebenarnya tidak jauh
berbeda dengan film pendek. Hanya, video musik merupakan perpaduan antara lagu
dan gambar. Biasanya video musik berkaitan dengan kepentingan promosi dan
penjualan album atau single simusikus ataupun grup.
Kehadiran MTV pada 1980an
sedikit-banyak membantu memuluskan hadirnya video musik, yang sebenarnya sudah
ada sejak dekade sebelumnya, hanya penamaannya tidak seragam dan cenderung
membiaskan makna sebenarnya. Istilah yang dipakai kala itu seperti song video,
song clip, film clip, dan filmed insert.
Dalam perkembangannya, video
musik tak hanya menampilkan film bermusik. lebih dari itu, keberadaannya
sejalan dengan kemajuan teknologi atau tren yang tengah digandrungi di dunia
perfilman. Pembuatan video musik biasanya tak mengacu pada pakem produksi film.
Produksi video musik dapat dilakukan, misalnya, dengan pendekatan pembuatan
film dokumenter, film abstrak, dan film action, atau dengan memasukkan animasi
ke dalamnya. Namun kebanyakan produksinya berdasarkan keutuhan lagu yang
dibuatkan video musik, misalnya dari lirik yang ada atau pemaknaan lirik yang
dibuat. Sejak suara memasuki dunia perfilman, bermunculanlah film yang
berhiaskan musik dan lagu. Adapun video musik baru ada pada 1950-an. Diyakini
Tony Bennet adalah penyanyi pertama yang merekam dan menyiarkannya di Amerika
Serikat serta Inggris. Namun yang digarap dengan sungguh-sungguh adalah video
musik Jailhouse Rock, yang dibawakan oleh Elvis Presley.
Karya energetik dengan tampilan
hitam-putih menjadi salah satu momentum pembuatan video musik. Jika mengacu
pada tujuan pembuatannya sebagai promosi dan penjualan album atau single, video
musik Dame si do bytu (Let’s Get to the Apartment) garapan ladislav Rychman
pada 1958 adalah yang paling tua.
Tak dapat dibantah The
Beatles-lah yang menetapkan dasar pembuatan video musik saat ini, dengan
filmnya, A Hard Day’s Night (1964), yang disutradarai oleh Richard lester. Film
hitam-putih itu dibuat seperti film dokumenter, yang memasukkan unsur komedi
dan dialog yang ditingkahi musik. Bila bagian per bagian film tersebut
dipotong, akan menjadi kesatuan yang berdiri sendiri. Walhasil, bagian yang
menampilkan adegan bernyanyi seolah menjadi model bagi pembuatan video musik
saat ini.
Film kedua The Beatles, Help!
(1965), lebih mumpuni lagi. Film berwarna itu menggunakan berbagai teknik
pengambilan gambar, yang pada saat itu tidaklah lazim. Misalnya, pengambilan
gambar lebih berfokus pada foreground kepala gitar George Harrison ketimbang
sosok John lennonnyang berada di belakangnya. Baru pada 1965 itu The Beatles
peduli terhadap keberadaan video musik, atau kala itu disebut filmed insert.
Maka lahirlah video musik Rain/Paperback Writer, Strawberry Fields Forever, dan
Penny Lane.











