Senin, 24 Agustus 2015

VIDEO MUSIK


Video musik sebenarnya tidak jauh berbeda dengan film pendek. Hanya, video musik merupakan perpaduan antara lagu dan gambar. Biasanya video musik berkaitan dengan kepentingan promosi dan penjualan album atau single simusikus ataupun grup.

Kehadiran MTV pada 1980an sedikit-banyak membantu memuluskan hadirnya video musik, yang sebenarnya sudah ada sejak dekade sebelumnya, hanya penamaannya tidak seragam dan cenderung membiaskan makna sebenarnya. Istilah yang dipakai kala itu seperti song video, song clip, film clip, dan filmed insert.


Dalam perkembangannya, video musik tak hanya menampilkan film bermusik. lebih dari itu, keberadaannya sejalan dengan kemajuan teknologi atau tren yang tengah digandrungi di dunia perfilman. Pembuatan video musik biasanya tak mengacu pada pakem produksi film. Produksi video musik dapat dilakukan, misalnya, dengan pendekatan pembuatan film dokumenter, film abstrak, dan film action, atau dengan memasukkan animasi ke dalamnya. Namun kebanyakan produksinya berdasarkan keutuhan lagu yang dibuatkan video musik, misalnya dari lirik yang ada atau pemaknaan lirik yang dibuat. Sejak suara memasuki dunia perfilman, bermunculanlah film yang berhiaskan musik dan lagu. Adapun video musik baru ada pada 1950-an. Diyakini Tony Bennet adalah penyanyi pertama yang merekam dan menyiarkannya di Amerika Serikat serta Inggris. Namun yang digarap dengan sungguh-sungguh adalah video musik Jailhouse Rock, yang dibawakan oleh Elvis Presley.



Karya energetik dengan tampilan hitam-putih menjadi salah satu momentum pembuatan video musik. Jika mengacu pada tujuan pembuatannya sebagai promosi dan penjualan album atau single, video musik Dame si do bytu (Let’s Get to the Apartment) garapan ladislav Rychman pada 1958 adalah yang paling tua.

Tak dapat dibantah The Beatles-lah yang menetapkan dasar pembuatan video musik saat ini, dengan filmnya, A Hard Day’s Night (1964), yang disutradarai oleh Richard lester. Film hitam-putih itu dibuat seperti film dokumenter, yang memasukkan unsur komedi dan dialog yang ditingkahi musik. Bila bagian per bagian film tersebut dipotong, akan menjadi kesatuan yang berdiri sendiri. Walhasil, bagian yang menampilkan adegan bernyanyi seolah menjadi model bagi pembuatan video musik saat ini.




Film kedua The Beatles, Help! (1965), lebih mumpuni lagi. Film berwarna itu menggunakan berbagai teknik pengambilan gambar, yang pada saat itu tidaklah lazim. Misalnya, pengambilan gambar lebih berfokus pada foreground kepala gitar George Harrison ketimbang sosok John lennonnyang berada di belakangnya. Baru pada 1965 itu The Beatles peduli terhadap keberadaan video musik, atau kala itu disebut filmed insert. Maka lahirlah video musik Rain/Paperback Writer, Strawberry Fields Forever, dan Penny Lane.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar