Minggu, 16 Agustus 2015

TENTANG DARKNET




Darknet: Jalur Gelap Internet

Internet yang kita kenal selama ini memiliki bagian yang tersembunyi dan tidak semua orang bisa mengaksesnya. Itulah yang disebut dengan Darknet. Untuk menemukan jalur ini bukan saja diperlukan pengetahuan mengenai teknologi internet, namun juga harus terjun mengeksplorasi cara-cara yang ingin ditempuh di jalur ini. Karena dalam Darknet tidak terdapat Google atau mesin pencari lain. Di sana hanya ada semacam katalog, yang bahkan tidak memuat semua halaman yang ada. Dan memang jalur seperti inilah yang diinginkan perancang Darknet: jalur yang terutama menawarkan anonimitas.

Perbedaan besar antara internet biasa dan Darknet adalah, Darknet bergerak secara lokal dan benar-benar anonim. Artinya, pada dasarnya kedua jaringan ini memiliki struktur yang sangat berbeda. Di internet biasanya diatur secara terpusat. Misalnya, untuk memanfaatkan Facebook, user diharuskan untuk login ke sistem. Dan user lain, yang ingin melihat informasi di Facebook, juga harus login terlebih dahulu. Dalam hal ini, server milik Facebook lah yang menjadi titik fokus, karena semua data yang ditinggalkan user disimpan. Dan dari sudut privasi, ini juga merupakan bagian yang paling rentan. Siapa yang memiliki akses ke server Facebook, Google atau layanan online besar lainnya, ia dapat juga mengakses lalu lintas data di server tersebut, dan inilah yang dilakukan NSA, seperti yang diungkapkan Edward Snowden.

Darknet sebaliknya bekerja tanpa struktur pusat, setiap komputer adalah server, namun hanya menyimpan satu bagian dari informasi yang dibutuhkan, yang juga dienkripsi. Juga transfer data antar komputer di Darknet dilakukan secara anonim, sehingga walaupun data-data ini dapat dikumpulkan, bahkan dinas rahasia tidak bisa memanfaatkan data tersebut.

Dengan adanya Darknet, terbentuklah jaringan paralel di dunia maya, yang tampaknya terutama menarik untuk para pelaku kejahatan. Di jaringan Darknet misalnya terdapat “Silk Road” atau “Black Market Reloaded“, layanan yang menawarkan senjata, narkoba atau “jasa”. Siapa yang tidak dapat membuat virus computer sendiri, bisa juga mencari bantuan di Darknet. Juga transaksi bisa dilakukan secara anonim. Biasanya penjual dan pembeli menggunakan mata uang internet Bitcoin. Dan pertukaran data jual beli juga berjalan secara anonim: mata uang juga berupa kumpulan data, yang tidak dapat diperbanyak begitu saja, tapi dapat ditukar secara legal menjadi uang sungguhan.
Juga di kalangan penentang pemerintah, Darknet sangat populer. Siapa saja yang memiliki akses internet bisa menyambungkan diri ke Darknet, misalnya dengan bantuan “Tor“, satu perangkat lunak yang menjadikan user menjadi anonim dalam internet. Pembocor kegiatan mata-mata Amerika Serikat, Edward Snowden, dikabarkan memanfaatkan Darknet untuk menjalin kontak dengan wartawan Guardian.
Dengan melihat hal tersebut, bisa dikatakan bahawa sebagian besar informasi dan kontern yang terdapat diinternet berada di Darknet.
(sumber : http://www.dw.com/id )


Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar