Judul : Jurassic World
Sutradara : Colin Trevorrow
Pemain : Chris Pratt, Bryce Dallas Howard, Vincent D'Onofrio, Ty Simpkins, Nick Robinson, Omar Sy
Produksi : Amblin Entertainment, Legendary Pictures
Distibusi : Universal Pictures
Durasi : 124 menit
Budget: $150 million
Pendapatan Global : $1.656 billion
Rating IMDB : 7,3/10
Jadwal Tayang : 12 Juni 2015
Sinopsis :
Film adventure Hollywood berjudul “Jurassic World” ini bercerita tentang taman Jurassic yang terdapat di suatu pulau yang sangat luas yang di dalam taman tersebut terdapat berbagai hewan dinosaurus. Dinosaurus merupakan hewan yang telah punah sehingga para ilmuwan melakukan rekayasa genetika untuk menghidupkan mereka kembali. Di taman tersebut para pengunjung dapat melihat berbagai macam spesies hewan purba tersebut.Tiba-tiba, suatu ketika salah satu spesies telah menghancurkan sebuah kendaraan dan memakan korban dan hadir Owen ( Chris Pratt ) salah satu pekerja yang tahu akan hal tersebut kemudian berinisiatif melakukan evakuasi dari pulau tersebut. Namun hal tersebut telah terlambat sehingga para pengunjung yang berada di sana harus bertahan dari makhluk T-rex yang melakukan teror dan membahayakan mereka semua.
Review :
Cinetariz
Jurassic World tidak saja mengingatkan pada jilid pertama dari franchise tetapi juga summer blockbuster di era 1990’an yang menomorsatukan ketegangan serta kesenangan. Walau memang pada akhirnya Trevorrow tidak mampu mengungguli pencapaian Spielberg di Jurassic Park, tetapi dia jelas telah mengembalikan nama baikfranchise ini dengan melampaui pencapaian The Lost World dan Jurassic Park III. Jurassic World, jelas salah satu summer movie tahun ini yang sebaiknya tidak kamu lewatkan begitu saja kehadirannya. Rasakan cinematic experience yang ditawarkannya.
Rating : Outstanding
Movienthusias
Bagi siapapun yang pernah terjebak dalam hingar-bingar Jurassic Park dua dekade silam, Jurassic World sedikit banyak akan memberikanmu sebuah nostalgia manis. Dari penampakan sekilas Mr. DNA, scoring memorable milik John Williams yang masih beberapa kali dikumandangkan oleh Michael Giacchino, dino-dino lama sampai kemunculan beberapa momen de javu yang membawa penontonnya kembali terngiang apa yang pernah mereka lihat dan rasakan 22 tahun lampau. Ya, segala tribut menyenangkan itu mampu diselipkan Trevorrow guna sedikit banya menambal banyak kekurangan dalam penceritaan dan karakterisasinya yang sedikit kacau.
(Rating : 74,8 %)
Review Luthfi
Dari segi cerita, Jurassic World tidak jauh berbeda dengan Jurassic Park. Baik dari konsep "mankind's attempt to control nature" maupun detil-detil cerita lainnya. Film ini hampir terasa seperti copy-paste, namun versi tidak pintarnya. Poin plus paling besar dari film ini adalah adanya segudanghomage dan tribute kepada Jurassic Park yang mampu membuat fansfranchise ini girang-girang sendiri, terjebak dalam ruang nostalgia. Selain itu film ini juga menyajikan atmosfir horor yang membuat tegang bukan kepalang pada paruh awalnya lalu ditutup dengan rentetan aksi cepat nan memanjakan mata.
(Rating : 4/5)
Jurassic World tidak saja mengingatkan pada jilid pertama dari franchise tetapi juga summer blockbuster di era 1990’an yang menomorsatukan ketegangan serta kesenangan. Walau memang pada akhirnya Trevorrow tidak mampu mengungguli pencapaian Spielberg di Jurassic Park, tetapi dia jelas telah mengembalikan nama baikfranchise ini dengan melampaui pencapaian The Lost World dan Jurassic Park III. Jurassic World, jelas salah satu summer movie tahun ini yang sebaiknya tidak kamu lewatkan begitu saja kehadirannya. Rasakan cinematic experience yang ditawarkannya.
Rating : Outstanding
Movienthusias
Bagi siapapun yang pernah terjebak dalam hingar-bingar Jurassic Park dua dekade silam, Jurassic World sedikit banyak akan memberikanmu sebuah nostalgia manis. Dari penampakan sekilas Mr. DNA, scoring memorable milik John Williams yang masih beberapa kali dikumandangkan oleh Michael Giacchino, dino-dino lama sampai kemunculan beberapa momen de javu yang membawa penontonnya kembali terngiang apa yang pernah mereka lihat dan rasakan 22 tahun lampau. Ya, segala tribut menyenangkan itu mampu diselipkan Trevorrow guna sedikit banya menambal banyak kekurangan dalam penceritaan dan karakterisasinya yang sedikit kacau.
(Rating : 74,8 %)
Review Luthfi
Dari segi cerita, Jurassic World tidak jauh berbeda dengan Jurassic Park. Baik dari konsep "mankind's attempt to control nature" maupun detil-detil cerita lainnya. Film ini hampir terasa seperti copy-paste, namun versi tidak pintarnya. Poin plus paling besar dari film ini adalah adanya segudanghomage dan tribute kepada Jurassic Park yang mampu membuat fansfranchise ini girang-girang sendiri, terjebak dalam ruang nostalgia. Selain itu film ini juga menyajikan atmosfir horor yang membuat tegang bukan kepalang pada paruh awalnya lalu ditutup dengan rentetan aksi cepat nan memanjakan mata.
(Rating : 4/5)








